# Kutipan paling terkenal Pramoedya Ananta Toer

«Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah» dan adil sejak dalam pikiran: kutipan Pramoedya Ananta Toer yang paling sering dikutip, kebanyakan dari Tetralogi Buru, lengkap dengan tokoh dan bukunya.

- 0 suara · 13 item
- 2 Jan 2024 · Eko Utami
- https://even.best/id/l/5024/kutipan-paling-terkenal-pramoedya-ananta-toer

## 13 Teratas

1. **Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.** (0 · ▲0 ▼0) — Minke, Rumah Kaca (1988).
2. **Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan.** (0 · ▲0 ▼0) — Jean Marais, Bumi Manusia (1980).
3. **Cinta itu indah, Minke, terlalu indah, yang bisa didapatkan dalam hidup manusia yang pendek ini.** (0 · ▲0 ▼0) — Jean Marais, Bumi Manusia (1980).
4. **Tak ada cinta muncul mendadak, karena dia anak kebudayaan, bukan batu dari langit.** (0 · ▲0 ▼0) — Jean Marais, Bumi Manusia (1980).
5. **Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.** (0 · ▲0 ▼0) — Magda Peters, Bumi Manusia (1980).
6. **Hidup bisa memberikan segala pada barang siapa tahu dan pandai menerima.** (0 · ▲0 ▼0) — Nyai Ontosoroh, Bumi Manusia (1980).
7. **Melawan, Minke, dengan segala kemampuan dan ketakmampuan.** (0 · ▲0 ▼0) — Jean Marais, Bumi Manusia (1980).
8. **Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.** (0 · ▲0 ▼0) — Kommer, Anak Semua Bangsa (1980).
9. **Tanpa mempelajari bahasa sendiri pun orang takkan mengenal bangsanya sendiri.** (0 · ▲0 ▼0) — Kommer, Anak Semua Bangsa (1980).
10. **Nama berganti seribu kali dalam sehari, makna tetap.** (0 · ▲0 ▼0) — Nyai Ontosoroh, Anak Semua Bangsa (1980).
11. **Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya.** (0 · ▲0 ▼0) — Pangemanann, Rumah Kaca (1988).
12. **Setiap tulisan merupakan dunia tersendiri, yang terapung-apung antara dunia kenyataan dan dunia impian.** (0 · ▲0 ▼0) — Pangemanann, Rumah Kaca (1988).
13. **Saya pegang ajaran Multatuli bahwa kewajiban manusia adalah menjadi manusia.** (0 · ▲0 ▼0) — Wawancara dengan majalah Tempo (1999).

Bagaimana urutan peringkat ini? Berdasarkan suara orang: setiap ▲ menambah satu poin dan setiap ▼ mengurangi satu poin. Siapa pun dapat memilih dan menambahkan apa yang kurang.
