20 bahasa dengan penutur terbanyak di Indonesia
3 teratas menurut 183 suara dari orang: Bahasa Indonesia · Bahasa Sunda · Bahasa Jawa. (Diperbarui 8 Sep 2023.)
Selain bahasa Indonesia yang dipakai sekitar 210 juta orang, bahasa Jawa, Sunda dan Madura adalah bahasa daerah dengan penutur asli terbanyak. Dua puluh bahasa terbesar di Indonesia menurut jumlah penutur, berdasarkan data Ethnologue dan sensus (tahun survei berbeda-beda).
20 Teratas
-
1
Bahasa Indonesia
Sekitar 210.000.000 penutur (termasuk penutur bahasa kedua), data tahun 2010.
-
2
Bahasa Sunda
Sekitar 42.000.000 penutur asli, data tahun 2016.
-
3
Bahasa Jawa
Sekitar 84.300.000 penutur asli, data tahun 2000.
-
4
Bahasa Madura
Sekitar 13.600.000 penutur asli, data tahun 2000.
-
5
Bahasa Bugis
Sekitar 5.000.000 penutur asli, data tahun 2000.
-
6
Bahasa Minangkabau
Sekitar 5.500.000 penutur asli, data tahun 2007.
-
7
Bahasa Makassar
Sekitar 2.100.000 penutur asli, data tahun 2000.
-
8
Bahasa Betawi
Sekitar 2.700.000 penutur asli, data tahun 1993.
-
9
Bahasa Hokkien (Min Nan)
Sekitar 1.300.000 penutur asli, data tahun 2000.
-
10
Bahasa Bali
Sekitar 3.300.000 penutur asli, data tahun 2000.
-
11
Bahasa Melayu Palembang
Sekitar 3.900.000 penutur asli, data tahun 2000.
-
12
Bahasa Banjar
Sekitar 3.500.000 penutur asli, data tahun 2000.
-
13
Bahasa Batak Toba
Sekitar 2.000.000 penutur asli, data tahun 1991.
-
14
Bahasa Melayu Ambon
Sekitar 1.900.000 penutur asli, data tahun 1987.
-
15
Bahasa Melayu Jambi
Sekitar 1.000.000 penutur asli, data tahun 2000.
-
16
Bahasa Batak Dairi
Sekitar 1.200.000 penutur asli, data tahun 1991.
-
17
Bahasa Aceh
Sekitar 3.500.000 penutur asli, data tahun 2000.
-
18
Bahasa Sasak
Sekitar 2.100.000 penutur asli, data tahun 1989.
-
19
Bahasa Batak Mandailing
Sekitar 1.100.000 penutur asli, data tahun 2000.
-
20
Bahasa Batak Simalungun
Sekitar 1.200.000 penutur asli, data tahun 2000.
Bagaimana urutan peringkat ini? Berdasarkan suara orang: setiap ▲ menambah satu poin dan setiap ▼ mengurangi satu poin. Siapa pun dapat memilih dan menambahkan apa yang kurang.
Apakah ada sesuatu yang hilang?
Komentar (1)
Saya orang Bugis tapi lahir di Jakarta, jujur bahasa Bugis saya sudah pas-pasan. Sedih juga lihat banyak bahasa daerah makin jarang dipakai anak muda.